Jalan Tanjung Dako No 15 

Kinerja APBN Realisasi s.d. 31 Agustus 2022

Provinsi Sulawesi Tengah

 

Irfa Ampri

Kepala Perwakilan Kemenkeu Provinsi Sulteng (Ketua Komite)

 

Palu, 28 September 2022 – Konfirmasi kasus harian Covid-19 sedikit mengalami peningkatan namun. Perubahan cuaca yang cepat/ekstrem menjadi salah satu pendorong mudahnya masyarakat terkena penyakit. Meski demikian kasus kematian akibat Covid-19 di Sulteng masih terbilang rendah dengan tingkat kesembuhan (recovery rate) yang tinggi. Vaksinasi menjadi instrumen yang sangat berperan besar dalam menurunkan angka kematian akibat dan menaikan angka kesembuhan Covid-19 tersebut. Hingga akhir September­ 2022 vaksin­­­­­ dosis 1 telah diberikan kepada 1,90 juta orang (77,69% populasi), dosis 2 kepada 1,29 juta orang (52,7% populasi), dan vaksin booster kepada 313 ribu orang (12,7% populasi). Tidak hanya itu vaksin dosis 4 juga terus dikebut dengan target pertama adalah SDM Kesehatan telah diberikan kepada 2.201 orang (8,95% populasi).

Mobilitas masyarakat kembali normal seiring kekhawatiran akan dampak Covid-19 menurun.

Rendahnya penularan Covid-19, juga mendorong perbaikan mobilitas yang semakin baik di Provinsi Sulteng, berdasarkan data google mobility index  per 24 September 2022 mobilitas masyarakat di Sulteng tumbuh tinggi dibanding periode pandemi. Hal tersebut tentunya menggambarkan hal yang positif terkait dengan kinerja konsumsi di Sulteng. Tingginya konsumsi tentu mendorong permintaan akan barang/jasa menjadi meningkat, yang juga membuat angka Inflasi di Sulteng berada di angka yang cukup tinggi. Tercatat pada Agustus 2022 inflasi menyentuh angka 6,15% (yoy) dan 0,31% (mtm). Kenaikan inflasi tersebut didorong oleh kenaikan indeks harga kelompok pengeluaran transportasi (11,77% (yoy)), Perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga (8,48% (yoy)), serta kelompok makanan, minuman dan tembakau (6,91% (yoy)). Dari sisi komoditas, ikan selar memberikan andil 0,25% terhadap inflasi di Sulteng, bahan bakar rumah tangga (0,06%), serta bayam, kangkung, telur ayam ras dengan andil masing-masing 0,04%. Sedangkan komoditas yang berkontribusi besar menahan laju inflasi adalah bawang merah (-0,10%), cabai rawit (-0,06%), dan minyak goreng (-0,06%). Terjadinya inflasi pada bulan Agustus disebabkan Preferensi pedagang yang menjual produknya ke provinsi sekitar mendorong supply pasokan ke Kota Palu menurun ditengah mulai kembali normalnya demand masyarakat, begitupula di Kota Luwuk terjadi tekanan pada ketersediaan dan tingkat harga akibat gangguan produksi, lonjakan permintaan, maupun disparitas harga.

Kedepan dengan adanya kebijakan penyesuaian harga BBM (subsidi) kembali akan mendorong terjadinya kenaikan inflasi di Sulteng, oleh karena itu sinergi dan koordinasi TPID dalam mengendalikan inflasi harus terus dioptimalkan, baik dari sisi pengendalian harga dalam kerangka ketersediaan pasokan, kestabilan harga, kelancaran distribusi, maupun komunikasi efektif melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), agar daya beli masyarakat di Sulteng tidak menurun.

Neraca perdagangan Sulteng terus tumbuh positif. Teracatat sejak Januari hingga Mei 2022 Neraca Perdagangan surplus sebesar US$4798,4 juta tumbuh hampir 2 kali lipat dibanding tahun sebelumnya yang sebesar US$2578,9 juta. Hal tersebut disebabkan oleh kegiatan ekspor yang tumbuh tinggi, dimana sepanjang Januari hingga Juli 2022 ekspor tercatat U$10.646 juta naik 73,7% (yoy). Kemudian dari sisi impor selama Januari hingga Juli 2022 total Impor Sulteng 

sebesar U$5.848 juta naik 64,8% dibanding periode yang sama pada Tahun 2021. Komoditas penyumbang ekspor terbesar adalah Besi dan Baja dengan peranan 69,9%, disusul komoditas nikel sebesar 15,8% dari total ekspor. Begitupun dengan impor komoditas besi dan baja juga mendominasi impor Sulteng dengan peranan 22,24%, diikuti komoditas mesin dan pesawat mekanik 22,18%. Impor pada bulan Juli tersebut 72,6%-nya ditujukan sebagai bahan baku/penolong untuk keperluan industri olahan, kemudian 27,1% merupakan barang modal untuk keperluan prapabrikasi.

APBN sebagai shock absorber terus diupayakan untuk meredam kenaikan tekanan harga dan transmisinya terhadap kesejahteraan.

Pertumbuhan pendapatan negara terus terjaga.

Pendapatan Negara melanjutkan kerja yang baik, didukung semua komponen pendapatan yang tetap tumbuh tinggi. Hingga Agustus 2022, Pendapatan Negara tercapai Rp6,23 triliun atau 84,7% dari target, tumbuh 69,02% (yoy). Secara nominal, realisasi komponen Pendapatan Negara yang bersumber dari penerimaan Perpajakan mencapai Rp3,9 triliun, penerimaan Bea dan Cukai Rp1,7 triliun, serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp0,56 triliun.

Kinerja penerimaan pajak masih tumbuh positif, konsisten sejak awal tahun 2022, sejalan dengan pemulihan ekonomi. Realisasi penerimaan Pajak sampai dengan akhir Agustus 2022 tercapai sebesar 75,5% dari target atau tumbuh 42,5% (yoy). Kinerja penerimaan pajak yang sangat baik pada periode Januari-Agustus 2022 dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain peningkatan harga komoditas sejak tahun 2021, pemulihan ekonomi, dampak insentif, serta dampak dari kebijakan perpajakan (PPS, penyesuaian tarif PPN dan kompensasi BBM).

Penerimaan Kepabeanan dan Cukai terealisasi sebesar Rp1,7 triliun (104,1% dari target) atau tumbuh 189,6% (yoy). Tahun ini penerimaan Bea dan Cukai di Sulteng tumbuh sangat baik, bahkan sejak Maret 2022 penerimaan Bea dan Cukai telah mencapai target tahunannya. Kemudian target Bea dan Cukai tersebut dilakukan penyesuaian dengan  menaikan hampir empat kali lipat dari target awal. Meski telah dilakukan penyesuaian target, kinerja yang sangat baik dari penerimaan Bea dan Cukai masih mencapai target tahunannya. Penerimaan Bea dan Cukai meliputi Bea Masuk, Bea Keluar dan Cukai masih tumbuh double digit didukung kinerja positif seluruh komponen. Penerimaan Bea Masuk mencapai Rp1,3 triliun atau tumbuh sebesar 344,5% (yoy), didorong tren perbaikan kinerja impor regional terutama untuk bangunan prapabrikasi, batubara, dan produk besi dan baja. Penerimaan Cukai mencapai Rp593 juta tumbuh sebesar 2870% dipengaruhi efektivitas kebijakan tarif dan pengawasan. Penerimaan Bea Keluar mencapai Rp394,2 miliar atau tumbuh sebesar 34,6%, didorong peningkatan ekspor komoditas besi dan baja, nikel, CPO dan turunannya.

Kinerja PNBP tumbuh double digit dibanding kinerja pada tahun sebelumnya. Capaian PNBP s.d 31 Agustus 2022 tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 79,9% (yoy) dengan realisasi sebesar Rp556 miliar atau 120,4% dari target. Penerimaan PNBP tertinggi masih berasal dari jenis penerimaan pendapatan Jasa pelayanan Pendidikan senilai Rp215 miliar disusul dengan pendapatan Izin Keimigrasian dan Izin Masuk Kembali Rp92 miliar. Untuk PNBP jasa layanan pendidikan merupakan kontribusi dari satker BLU Universitas Tadulako yang merupakan satker Lingkup Kemendikbudristek.  

APBN Sebagai Shock Absorber Dampak Peningkatan Risiko Perekonomian

Melalui Belanja Negara, kerja keras APBN terus berlanjut untuk mendukung program pemulihan ekonomi dan menjaga masyarakat dari berbagai tekanan dan risiko. Realisasi Belanja Negara hingga akhir Agustus 2022 mencapai Rp13,6 triliun atau 57,3% dari pagu APBN di Sulteng sesuai Perpres 98/2022.

Realisasi Belanja Pemerintah Pusat (BPP) sampai dengan 31 Agustus 2022 mencapai Rp3,9 triliun (48,1% dari Pagu). Realisasi utamanya dimanfaatkan untuk penyaluran belanja pemerintah seperti bansos dan program PEN ke masyarakat; pengadaan peralatan/ mesin, jalan, jaringan, irigasi; belanja pegawai termasuk THR dan Gaji ke-13; dan kegiatan operasional K/L.

Kinerja Penyaluran PEN di wilayah Sulteng sampai dengan 9 September 2022 mencapai Rp1.16 triliun. Capaian ini berasal dari penyaluran PEN cluster Perlindungan Masyarakat yang terdiri dari program PKH dengan realisasi Rp300 miliar kepada 133 ribu lebih KPM (Keluarga Penerima Manfaat),  program Bantuan Sembako sebesar Rp333,4 miliar kepada 214 ribu lebih KPM, serta Bantuan Langsung Tunai (BLT) Minyak Goreng sebesar Rp62,3 miliar untuk 207 ribu KPM. Kemudian untuk cluster Penanganan Kesehatan khususnya klaim pasien Covid-19 telah disalurkan sebesar Rp240,1 miliar kepada 4480 pasien di 22 Rumah Sakit, dan program Insentif Tenaga Kesehatan (Nakes) yang telah disalurkan kepada 603 Nakes dengan nilai penyaluran Rp3,26 miliar. Serta PEN cluster penguatan pemulihan ekonomi yang terdiri dari program padat karya PUPR sbesar Rp200,6 miliar, program Infrastruktur Konektivitas PUPR Rp97,4 miliar, dan program ketahanan pangan PUPR sebesar Rp126,7 miliar.

Realisasi penyaluran Transfer Ke daerah dan Dana Desa (TKDD) sampai dengan 31 Agustus 2022 mencapai Rp8,27 triliun atau 52,76% dari Pagu. TKDD masih terkontraksi tipis, namun membaik dibanding bulan lalu, ditopang kinerja positif dari sebagian besar TKDD karena kepatuhan daerah dalam menyampaikan syarat salur yang lebih baik. Pemda dengan realisasi TKDD tertinggi berada di Kabupaten Tojo Una-Una dengan serapan belanja Transfer sebesar 61,15%. Sedangkan realisasi terendah berada di Kabupaten Banggai yang baru mencapai 45,77%.

Kondisi global masih menghadapi tantangan berat seperti potensi resesi, isu geopolitik, risiko stagflasi, pengetatan moneter (teragresif sejak 1980), dan volatilitas komoditas global. Di lain sisi, optimisime pemulihan ekonomi domestik berlanjut didorong konsumsi masyarakat dan kinerja ekspor. Namun, tren peningkatan risiko global dan peningkatan inflasi (domestik) yang berasal dari kenaikan harga energi dan pangan global perlu terus diwaspadai. Di tengah risiko ketidakpastian global yang eskalatif, peran APBN sebagai shock absorber perlu dijaga agar tetap berfungsi optimal. Kinerja APBN bulan Agustus terjaga, ditopang kinerja pendapatan yang baik dan belanja yang tumbuh positif. Ketangguhan APBN berperan utama menopang konsolidasi fiskal 2023.

Kinerja baik APBN akan menjadi instrumen utama untuk melindungi masyarakat dan perekonomian, baik hari ini dan ke depan. Kesehatan APBN tentu akan terus dijaga, ke depan guncangan-guncangan masih akan terus terjadi dan kita perlu terus menjaga pemulihan tetap bisa berjalan secara berkeadilan.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tengah (Kanwil DJPb Sulteng), Jalan Tj. Dako No.15, Palu.

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Djuanda I Lt. 9
Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1 Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

IKUTI KAMI

Search