BERITA

Upacara Peringatan Hari Oeang Republik Indonesia ke-71 dan Hari Sumpah Pemuda 2017

Penulis : Hanifah Rufa’idah | Editor : Raimundus Sengga | Fotografer : Cornelis Zakarias J. Pay

 (Waingapu, 30/11/2017). Hari Oeang Republik Indonesia (ORI) ditetapkan pertama kali pada tanggal 30 Oktober 1946. Sejarah mencatat bahwa salah satu alasan diterbitkannya ORI adalah sebagai negara yang sudah merdeka,

sudah selayaknya Bangsa Indonesia memiliki mata uangnya sendiri sebagai alat pembayaran yang resmi. Meskipun masa edar ORI sangat singkat, sejarah membuktikan bahwa ORI telah berhasil menjadi alat pemersatu bangsa sekaligus lambang kedaulatan Bangsa Indonesia. Perjalanan ORI berlanjut hingga akhirnya mata uang Rupiah menjadi alat pembayaran yang sah hingga saat ini.

Tahun 2017 ini merupakan peringatan Hari Oeang Republik Indonesia ke-71. Dengan mengusung tema Kerja Nyata Membangun Negeri, Direktorat Jenderal Perbendaharaan di pusat dan daerah memperingati Hari Oeang Republik Indonesia. KPPN Waingapu sebagai salah satu unit instansi vertikal Kementerian Keuangan menyelenggarakan upacara bendera bersinergi dengan KPP Pratama Waingapu pada hari Senin, 30 Oktober 2017 pukul 07.30 WITA bertempat di Halaman Depan KPPN Waingapu. Upacara berlangsung dengan hikmat dan tertib.

Wayan Juwena, Kepala KPPN Waingapu bertindak sebagai Pembina Upacara. Peserta upacara bendera tidak hanya para pegawai dari KPPN Waingapu dan KPP Pratama Waingapu saja melainkan juga turut hadir para pensiunan KPPN Waingapu dan KPP Pratama Waingapu. 

 

Para pensiunan terlihat pada barisan depan peserta upacara
Para pensiunan terlihat pada barisan depan peserta upacara

“Kami merasa senang masih dapat diikutsertakan dalam upacara Hari ORI ke-71 ini. Semoga momen Hari ORI ke-71 ini dapat meningkatkan pemahaman kita mengenai pentingnya ORI pada masa itu dan tali silaturahmi tetap terjalin”, ungkap salah satu pensiunan yang diundang selepas kegiatan upacara selesai.

Pelaksanaan Upacara Hari Oeang Republik Indonesia ke-71 tahun 2017 kali ini diselenggarakan bersamaan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober 2017. Semangat Sumpah Pemuda nampak jelas pada suasana upacara Hari Oeang Republik Indonesia ke-71 ini. Selain pembacaan Teks Pembukaan UUD 1945, Teks Mengenang Detik-Detik Mengenang Beredarnya ORI, dibacakan juga Teks Putusan Kongres Pemuda-Pemuda Indonesia oleh Ida Bagus, salah satu staf KPP Pratama Waingapu.

Pembacaan Teks Pembukaan UUD 1945, Teks Mengenang Detik-Detik Beredarnya ORI, dan Teks Putusan kongres Pemuda-Pemuda Indonesia
Pembacaan Teks Pembukaan UUD 1945, Teks Mengenang Detik-Detik Beredarnya ORI, dan Teks Putusan Kongres Pemuda-Pemuda Indonesia

 

Agenda lain yang tak kalah penting dalam pelaksanaan Upacara Hari Oeang ke-71 kali ini adalah Penyerahan Penghargaan Menjelang Memasuki Usia Pensiun kepada Bapak Marten Ratunggading dan Bapak Karolus Renggo yang tepat memasuki masa pensiun per 1 November 2017 serta penghargaan Pegawai Teladan Tahun 2017 pada KPPN Waingapu kepada Jim Sarmento, staf Seksi Manajemen Satker dan Kepatuhan Internal.

Kepala KPPN Waingapu menyerahkan penghargaan
Kepala KPPN Waingapu menyerahkan penghargaan

 

Pemandangan yang menarik dalam pelaksanaan Upacara Hari Oeang Republik Indonesia ke-71 kali ini salah satunya adalah penggunaan dresscode atau pakaian para peserta upacara bendera. Ciri khas corak nusantara tercermin dalam pakaian adat Sumba yang dikenakan oleh para pejabat yang hadir dalam pelaksanaan upacara kali ini.

Pakaian Adat Sumba dikenakan oleh para pejabat
Pakaian Adat Sumba dikenakan oleh para pejabat

Hari Oeang Republik Indonesia ke-71 ini memang turut mengusung semangat persatuan yang pernah digaungkan oleh para pemuda-pemuda Indonesia pada Hari Sumpah Pemuda delapan puluh sembilan tahun silam. Oleh sebab itu, tema pakaian yang dipilih haruslah menggambarkan ragam corak nusantara pada daerah setempat.

Pengibaran Bendera Sang Merah Putih
Pengibaran Bendera Sang Merah Putih

 

Momentum Hari Oeang Republik Indonesia ke-71 ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran para pegawai sebagai punggawa keuangan bahwa peran ORI saat itu tidak kalah penting dengan lambang pemersatu bangsa, sehingga di masa sekarang kita harus berusaha menjaga kestabilan nilai mata uang Rupiah sebagai alat pembayaran yang resmi. Seperti salah satu kutipan teks Mengenang Detik-Detik Beredarnya ORI yang berbunyi “…Dengan ini tutuplah suatu masa dalam sejarah keuangan Republik Indonesia. Masa yang penuh dengan penderitaan dan kesukaran bagi rakyat kita.

Sejak mulai besok kita akan berbelanja dengan uang kita sendiri, uang yang dikeluarkan oleh Republik kita.” Upacara bendera ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Bapak Riyanto selaku Kepala Seksi Bank. Kepala KPPN Waingapu juga mengajak seluruh peserta upacara untuk berfoto bersama di depan KPPN Waingapu.

Suasana foto bersama di depan KPPN Waingapu
Foto bersama di depan KPPN Waingapu

 

Hari ini, telah 71 tahun Oeang Republik Indonesia. “Dirgahayu Oeang Republik Indonesia. Dirgahayu Kementerian Keuangan.“ (HR)