BERITA

Sinergi PIP dan Kementan Dorong Pengembangan Pembiayaan UMi untuk Pertanian

Semarang, djpb.go.id – Kementerian Keuangan bersinergi dengan Kementerian Pertanian menyelenggarakan kegiatan pilot project Pelatihan Manajemen Mikro untuk para pengelola dan pengurus Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA). Pelatihan yang berlangsung di Semarang pada tanggal 22 s.d. 26 Juli 2019 ini bertujuan untuk mengembangkan kapasitas kelembagaan maupun sumber daya LKMA.

“Harapannya ke depan, LKMA dapat menjadi mitra PIP yang andal dalam menyalurkan Pembiayaan Ultra Mikro kepada para petani,” sebut Direktur Kerjasama Pembiayaan Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Nur Hidayat dalam pembukaan kegiatan, Senin (22/07).

Pemerintah memberikan dukungan untuk mengembangkan sektor agribisnis Indonesia sebagai negara agraris, khususnya dari segi pembiayaan bagi masyarakat petani. Kementerian Keuangan melalui PIP yang merupakan BLU di bawah Ditjen Perbendaharaan telah memiliki program nasional Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) yang diluncurkan sebagai komplementer dari program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pembiayaan UMi menyasar pelaku usaha yang rata-rata berlatar belakang unbankable dengan maksimal plafon Rp10 juta, dengan mensyaratkan pendampingan oleh tenaga penyuluh kepada para debitur.

Sedangkan Kementerian Pertanian sebelumnya memiliki program nasional Pengembangan Usaha Agrabisnis Pedesaan (PUAP) melalui pemberian dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM). Program ini memberikan modal usaha tani bagi petani sekaligus memperbaiki dan memperkuat kelembagaan ekonomi di pedesaan. Selanjutnya PUAP berkembang menjadi LKMA. Saat ini Kementerian Pertanian telah memiliki lebih dari 160 LKMA binaan.

Berdasarkan data PIP, penyaluran Pembiayaan UMi di Jawa Tengah per Juli 2019 mencatatkan jumlah 194.196 debitur yang telah terlayani dengan jumlah total penyaluran Rp636.762.443.924,00. Diharapkan jumlah debitur dan penyaluran masih akan bertambah, untuk mendorong pemberdayaan dan penguatan perekonomian masyarakat.

Pelatihan Manajemen Mikro memberikan pembekalan kepada para peserta dengan materi mulai dari manajemen keuangan mikro, tata kelola LKMA yang baik, perencanaan strategis, manajemen pemasaran dan funding, lending/financing dan analisis pembiayaan, cara membaca Laporan Keuangan, manajemen keuangan dan SDM, manajemen kinerja dan risiko, hingga penilaian kesehatan lembaga keuangan.

Pelatihan ini diikuti oleh lima belas LKMA dengan total peserta sebanyak 45 orang dari Kabupaten Temanggung, Kabupaten Kendal, dan Kabutapten Lombok Barat. Kegiatan ini dihadiri juga oleh Kepala Kantor Wilayah DJPb Jawa Tengah, perwakilan dari Direktorat Jenderal Sistem Manajemen Investasi DJPb, perwakilan dari Direktorat Jenderal Pembiayaan Pertanian dan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan, perwakilan mitra penyalur Pembiayaan UMi, serta trainer dan co-trainer dari International Labour Organization (ILO) di Indonesia. (FS/VNF)