BLU Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional Melalui Layanan Publik di Tengah Pandemi

Jakarta, djpb.kemenkeu.go.id,- Badan Layanan Umum (BLU) merupakan agensi atau penyedia layanan publik yang harus menjaga keseimbangan antara kemampuan masyarakat dan kualitas layanan serta kemampuan untuk menciptakan kesempatan akses (inklusivitas), terutama di bidang pendidikan dan kesehatan yang merupakan bidang fundamental. Demikian diungkapkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Rapat Koordinasi (Rakor) BLU yang diselenggarakan secara daring, Jumat (19/03).

"Rumah sakit BLU di antara total fasilitas kesehatan di Indonesia sebenarnya hanya 3,4%, tetapi penting sekali karena melayani 13,6% dari total pasien dan lebih penting lagi 80% pasiennya adalah dari jaminan kesehatan nasional. Di bidang pendidikan jumlahnya 101 perguruan tinggi BLU, hanya 1,78% dari seluruh perguruan tinggi Indonesia, tetapi mendidik 1,5 juta mahasiswa atau 18,9% dari seluruh mahasiswa. Di bidang ekonomi, BLU membantu UMKM yang terpukul akibat pandemi Covid, yaitu LPDB yang membantu 1,2 juta UMKM dan PIP yang memberikan dukungan kepada 3,4 juta usaha Ultra Mikro. Dari 2010 hingga 2019, PNBP BLU tumbuh 21,4%, lebih tinggi dari pertumbuhan PNBP jenis lainnya. Ini menunjukkan kemandirian BLU dalam membiayai operasionalnya, meskipun kita tetap menjaga agar tidak terjadi komersialisasi," pesan Menkeu dalam kegiatan yang diikuti oleh pimpinan dari 244 BLU, 22 Kementerian/Lembaga sebagai Pembina, dan 3 Kementerian mitra (Kemenpan-RB, BKN, dan Kementerian Sekretariat Negara) ini. Guna menjaga kualitas layanan BLU inilah, dalam Rakor ini dilakukan pula penandatanganan Key Performance Indicators (KPI) yang akan menjadi tolok ukur dalam memantau pelaksanaan tugas BLU.

Menkeu juga menegaskan bahwa pandemi COVID-19 harus menjadi pembelajaran untuk dapat segera melakukan adaptasi. Terlebih, layanan kepada masyarakat tidak boleh terputus dan justru makin diandalkan sehingga kecepatan pelayanan harus ditingkatkan dengan tetap menjaga akuntabilitas. BLU kesehatan seperti RS menjalankan program perawatan dan edukasi untuk mendukung percepatan penyelesaian pandemi. BLU pendidikan memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan baik untuk menjaga kualitas SDM Indonesia agar tetap unggul dan berdaya saing. BLU dapat bersinergi untuk memberikan layanan publik terbaik yang affordable, available, dan sustainable dalam mendukung social safety net dan pembangunan infrastruktur dalam rangka akselerasi pemulihan ekonomi nasional. Sinergi antar-BLU juga dapat diwujudkan dalam bentuk sharing ekonomi yang efisien dalam menyikapi tekanan ekonomi akibat pandemi.

Sharing ekonomi ini dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk sebagaimana diuraikan oleh Dirjen Perbendaharaan Hadiyanto. "Selama masa pandemi, BLU dituntut mampu memberikan extra effort dan inovasi untuk penanganan pandemi Covid-19. BLU juga didorong mampu memberikan pengembangan layanan dengan pembiayaan alternatif, link and match dengan kebutuhan industri, dan optimalisasi aset. Selain itu, mewujudkan digitalisasi layanan dengan economic sharing, baik virtual account, marketplace, serta pembayaran dengan digital money (QR Code). Langkah-langkah extraordinary yang dilakukan BLU harus fokus pada layanan masyarakat, sejalan dengan arahan Presiden bahwa pengelolaan BLU harus mengedepankan kualitas pelayanan dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat."

Dalam Rakor yang mengangkat tema BLU Berstrategi Pulihkan Ekonomi ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ikut berbagi strategi masing-masing dalam mengelola BLU di tengah tantangan pandemi. Mendikbud menyebutkan sejumlah konsep dan arah kebijakan di bidang pendidikan ke depan dalam mencapai target SDM unggul dan berdaya saing, juga terobosan dan inovasi dalam menghadapi pandemi. Mendikbud menjelaskan bahwa diperlukan kolaborasi untuk memajukan pendidikan Indonesia. "Juga memaksimalkan penggunaan teknologi untuk penyelenggaraan pendidikan dan fokus peningkatan kualitas institusi seperti riset yang bermanfaat untuk masyarakat dan mendapatkan rekognisi internasional," sebutnya.

Adapun Menkes menguraikan strategi penanganan pandemi pada masa new normal yang memerlukan dukungan dari berbagai pihak. BLU telah bergerak cepat meningkatkan kapasitas layanan RS dan pemenuhan kebutuhan obat, alat kesehatan, maupun SDM sebagai respons terhadap pandemi. Selain itu, BLU kesehatan tetap harus terus berkembang. "RS BLU harus menjadi center of excellence, kalau bisa di Asia. Harus memiliki kemampuan riset medis yang bagus, berafiliasi dengan institusi pendidikan, serta mengampu rumah sakit lain di wilayahnya," harapnya. [lrn/aaw]

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1
Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

IKUTI KAMI

 

PENGADUAN

Search