Realisasi Belanja APBN 2020 per 5 Juni 2020

 

Pemerintah terus berupaya menyusun strategi Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) karena banyak masyarakat terdampak akibat pandemi Covid-19. Beragam program pun disiapkan, mulai dari jaring pengaman sosial hingga stimulus fiskal bagi dunia usaha. Berbagai langkah extraordinary melalui #UangKita ini diambil agar dampak pandemi pada ekonomi tidak semakin berat.

Penyelamatan dari dampak pandemi Covid-19 dalam bidang kesehatan dan ekomoni terus dijalankan. Hal tersebut tampak dari jumlah uang yang telah dibelanjakan pemerintah, antara lain berupa DAK Fisik bidang Kesehatan untuk kebutuhan pelayanan dasar, penguatan RS rujukan baik nasional maupun daerah, dan pencegahan pengendalian penyakit.

Untuk mengapresiasi tenaga kesehatan, sampai saat ini pemerintah juga telah menyalurkan insentif yang telah dialokasikan dalam DIPA Kemenkes kepada 2.157 tenaga Kesehatan dengan jumlah mencapai Rp12,89 miliar dari Rp1,9 triliun yang dianggarkan. Insentif tenaga kesehatan daerah dialokasikan secara bertahap melalui DAK sebesar Rp3,7 triliun. Selain itu, penggantian/klaim biaya perawatan pasien Covid-19 juga telah dibayarkan sebesar Rp178 miliar, demikian pula bantuan sosial yang s.d. 5 Juni 2020 telah dicairkan sebesar Rp81,8 triliun dari alokasi Rp125,1 triliun yang diharapkan mampu mengurangi beban masyarakat.

Melalui PMK 50 tahun 2020 pemerintah memberikan kemudahan penyaluran dana desa yang di antaranya untuk mempercepat bantuan langsung tunai ke desa. BLT Desa diberikan kepada keluarga miskin atau tidak mampu di desa, yang tidak menerima bantuan PKH, Kartu Sembako dan Kartu Pra Kerja, selama 6 bulan.

Di tengah tekanan pandemi COVID-19, pemerintah terus menjaga keberlangsungan fiskal di tahun 2020.
Secara keseluruhan, kebijakan fiskal yang tampak dari realisasi APBN sampai dengan 5 Juni 2020 dipengaruhi pandemi Covid-19 yang mengakibatkan peningkatan kebutuhan belanja untuk penanganan wabah. Kinerja Belanja dipengaruhi oleh pertumbuhan belanja pemerintah pusat yang tumbuh sebesar 3,9% yang ditopang kinerja bansos yang tumbuh signifikan mencapai 35,5% dari tahun sebelumnya. Bahkan dalam suasana pandemi pun, senantiasa mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik dalam mengelola APBN.

Detail bagaimana realisasi belanja APBN 2020 sampai saat ini, simak dalam infografis-infografis di atas.

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1
Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

IKUTI KAMI

Search